Rabu, 28 November 2012
Rona Pagi
_Aku menyukainya sejak pertama kali aku melihatnya_
Sekitar pukul 07.30.
Di sebuah tempat fotocopy.
Sepi.
Aku sendirian.
Jadi aku memperhatikan tukang fotocopy dan buku-bukuku yang sedang difotocopy dari pada melamun sendiri.
Tiba-tiba aku mendengar suara beberapa anak laki-laki di belakangku.
Awalnya aku tidak peduli.
Namun lama-lama aku penasaran juga.
Aku menoleh ke sebelah kananku.
Ternyata temanku.
Aku tersenyum padanya.
Kemudian aku kembali melanjutkan kenikmatanku yang sempat terputus tadi.
Tak lama, aku kembali mendengarkan temanku tersebut berbincang-bincang lagi dengan temannya.
Aku pun tergoda untuk menoleh, siapa orang yang sedang berbicara dengan temanku tersebut.
Aku menoleh ke sebelah kiriku.
Tanpa bisa kucegah,
Mataku terpaku.
Kulitnya coklat bersih, rambutnya pendek kaku karena efek gel, dan seragam putih menghiasi tubuhnya.
Dia berbicara sambil memamerkan senyum lebarnya.
Dia tidak begitu memperhatikanku.
Dengan suasana pagi yang sejuk dan wajahnya yang terlihat berseri bersama mentari, aku terus menatapnya.
Sepertinya dia sadar kalau dia diperhatikan.
Dia menoleh ke arahku sekilas kemudian dia mengatakan sesuatu kepadaku.
Namun karena saking asyiknya aku memperhatikannya, aku jadi tidak tahu apa yang dia katakan padaku.
Aku membelalakkan mataku karena bingung.
Sejenak kemudian aku tersenyum lalu mengatakan "iya" yang entah dianggap aneh olehnya atau tidak.
Jika dia menyadarinya, dia akan tahu bahwa aku dari tadi hanya melihatnya dan tidak tahu kata-kata apa yang dilontarkannya.
Aku tidak ingin dianggap aneh, jadi aku memilih untuk tidak memperhatikannya lagi.
Aku kembali memperhatikan tukang fotocopy yang sedang mengerjakan permintaanku.
Setelah beberapa menit, suara-suara dibelakangku menghilang.
Aku menoleh.
Kosong.
Tidak ada seorangpun lagi di belakangku.
Aku menghela nafas agak panjang hingga udara serasa memenuhi dadaku yang kecewa.
Menghempaskannya.
Kemudian membalikkan badanku dengan menundukkan kepala.
Aku masih merasa kecewa.
Jadi aku memejamkan mata, menghela nafas lagi, dan sambil menghempaskannya aku berkata dalam hati, "Aku pasti akan menemukanmu lagi".
Langganan:
Posting Komentar (Atom)
Tidak ada komentar:
Posting Komentar